Demo Buruh Tolak PHK Massal PT Multistrada, Karawang-Bekasi Macet Total

 

BEKASI, 3 November 2025 – Ratusan buruh dari PT. Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), produsen ban merek Michelin, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan memblokade sebagian jalur vital Pantai Utara (Pantura) Cikarang pada Senin (3/11). Aksi ini dipicu oleh penolakan keras terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang menimpa sekitar 280 hingga 370 pekerja.

Blokade yang dilakukan massa aksi di depan pabrik, tepatnya di Jalan Raya Lemahabang, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menyebabkan kemacetan parah yang melumpuhkan arus lalu lintas dari arah Karawang menuju Bekasi dan Cikarang. Pengguna jalan diimbau mencari rute alternatif.

Ketua PUK SP KEP SPSI PT Multistrada Arah Sarana Tbk, Guntoro, menyatakan aksi ini adalah bentuk perlawanan atas kebijakan manajemen yang dinilai melanggar perjanjian kerja bersama (PKB).

“Kami menolak keras PHK sepihak ini. Michelin, raksasa ban dunia, harus patuh terhadap Perjanjian Kerja Bersama dan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Guntoro di lokasi demo.

“PHK harus berdasarkan kesepakatan, bukan dilakukan secara sepihak. Saat ini, karyawan yang terdampak sudah mencapai sekitar 370 orang, dan proses ini dilakukan tanpa mekanisme perundingan yang sesuai,” tambahnya.

Pihak perusahaan beralasan PHK massal dilakukan sebagai upaya efisiensi dan restrukturisasi akibat dampak kondisi ekonomi global yang memengaruhi pasar ekspor.

Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini berfokus di area gerbang perusahaan di Jalur Pantura. Konsentrasi massa yang memadati badan jalan mengakibatkan kemacetan mengular hingga kilometeran.

Arus kendaraan berat dan logistik yang datang dari arah Karawang (timur) menuju Kawasan Industri Cikarang dan Bekasi (barat) dilaporkan macet total. Pihak kepolisian setempat telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan, namun volume massa aksi membuat pergerakan kendaraan sangat terbatas.

Menanggapi konflik industrial ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) telah memanggil pihak manajemen PT Multistrada untuk dimintai klarifikasi.

Fuad Hasan, Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Bekasi (dikutip sebelumnya), menegaskan, “Kami sudah memanggil pihak perusahaan. Kami meminta perusahaan mengupayakan agar tidak terjadi PHK, dan jika pun harus dilakukan, prosesnya wajib mengikuti tahapan sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama serikat pekerja.”

Sementara itu, skala aksi solidaritas semakin membesar setelah Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyatakan kesiapannya untuk memimpin langsung aksi ini.

“Ini perjuangan kita bersama. Satu tersakiti, semua merasakan sakit! Aksi ini adalah puncak gelombang solidaritas nasional untuk menolak ketidakadilan,” ujar Andi Gani, yang menunjukkan besarnya dukungan organisasi buruh nasional terhadap tuntutan pekerja PT Multistrada.

Aksi unjuk rasa ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan (3 hingga 7 November 2025) jika tidak ada solusi yang ditawarkan oleh manajemen perusahaan. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terkini sebelum melewati Jalur Pantura Cikarang.

(Mursin).

WWnews .com

Setiap informasi berdasarkan data dari korespondens

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!