Warga LBS 2 Muktiwari Desak Developer Benahi Drainase Untuk Atasi Banjir

 

CIBITUNG, BEKASI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibitung mengakibatkan banjir parah di Perumahan Logam Bangun Setia (LBS) 2, Desa Muktiwari. Hingga Jumat (23/1), genangan air setinggi lutut orang dewasa terpantau merendam seluruh gang, dengan dampak terparah dilaporkan berada di wilayah Blok A, B, dan C, Terutama di depan ruko mini market Alfa.

Tingginya debit air menyebabkan akses keluar-masuk perumahan lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Kondisi ini memaksa sebagian penghuni untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengungsi ke tempat sanak famili yang lebih aman. Warga melaporkan bahwa air tidak hanya menggenangi jalanan, tetapi juga mulai masuk ke dalam area rumah tinggal.

Warga menilai musibah ini merupakan dampak dari buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung luapan air. Ujang, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa persoalan saluran air di titik strategis, seperti area depan minimarket perumahan, sudah lama dikeluhkan namun belum mendapatkan penanganan serius dari pihak pengembang.

“Banjir ini bukan sekali atau kebetulan, tapi akibat pembangunan tanpa sistem drainase yang layak,” tegas pernyataan resmi Karang Taruna RW 019 melalui poster aspirasinya. Warga juga menyoroti ancaman keselamatan jiwa karena genangan air mulai mendekati infrastruktur panel listrik di area umum.

Warga mendesak Terhadap Developer agar keadaan banjir ini segera di atasi demi kenyamanan warga penghuni LBS 2.

Meski pihak pengembang saat ini sedang membangun pagar semen keliling, warga mendesak agar pembangunan tersebut dibarengi dengan solusi infrastruktur yang menyeluruh. Terdapat tiga tuntutan utama yang disuarakan oleh warga LBS 2:

• Normalisasi Drainase: Perbaikan total jalur aliran air agar banjir segera surut dan tidak terulang kembali.

• Sistem Satu Pintu (One Gate System): Pembangunan gerbang utama yang terintegrasi untuk meningkatkan standar keamanan.

• Pengadaan Security: Adanya petugas keamanan resmi untuk menjaga lingkungan perumahan secara menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, debit air dilaporkan masih tinggi karena saluran pembuangan utama yang meluap. Warga berharap pihak developer dan dinas terkait segera menurunkan bantuan pompa untuk mempercepat penyusutan air di lokasi terdampak.

(Roy).

WWnews .com

Setiap informasi berdasarkan data dari korespondens

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!