KARAWANG, JABAR – Program revitalisasi halte bus di Kabupaten Karawang memasuki babak baru. Setelah menghabiskan anggaran APBD II sebesar Rp299.104.000 untuk dua halte model di Jalan Ahmad Yani, Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang kini beralih skema pendanaan, menargetkan kontribusi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan besar untuk memperbaiki 16 halte sisanya mulai tahun 2026.
Plt Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Karawang, Niken Dihe Lifitri Desky, mengonfirmasi total 18 halte mengalami kerusakan akibat usia dan vandalisme. Revitalisasi tahun 2025 difokuskan pada dua halte sebagai percontohan: di depan Masjid Al-Jihad dan di depan SMAN 1 Karawang.
“Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp299.104.000. Ini terdiri dari Rp163.424.000 untuk halte Al-Jihad yang sudah selesai, dan Rp135.680.000 untuk halte SMAN 1 yang progresnya baru 50 persen,” ujar Niken, Senin (17/11/2025).
Skema Pendanaan 2026 Melalui Sinergi CSR
Niken menjelaskan bahwa revitalisasi tahap berikutnya untuk 16 halte lainnya akan menggunakan dana CSR. Proposal pendanaan telah disiapkan untuk disinergikan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Pemerintah Kabupaten Karawang secara aktif mendorong sinergi dengan sektor swasta, khususnya perusahaan-perusahaan besar di kawasan industri. Beberapa entitas yang diharapkan dapat berpartisipasi dalam program revitalisasi infrastruktur publik ini antara lain,
• Sektor Manufaktur dan Industri: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Pupuk Kujang, PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills, PT GS Battery, PT Sumi Rubber Indonesia, dan perusahaan yang bernaung di bawah KIIC (Karawang International Industrial City).
• Sektor Jasa dan Keuangan: Bank BJB dan JNE.
• Sektor BUMN: PERURI.
“Tahun ini kita fokus di Jalan Ahmad Yani dulu. Tahun depan kita upayakan revitalisasi halte lainnya lewat CSR. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab untuk melibatkan swasta dalam pembangunan fasilitas umum yang lebih modern,” tambah Niken.
Halte yang diperbaiki akan mengusung desain baru yang lebih modern, dilengkapi fasilitas seperti WiFi gratis dan charger ponsel, sekaligus dirancang untuk meminimalisir potensi vandalisme dan penyalahgunaan.
(Ww).
