Pemkab Bekasi Kucurkan Rp1,313 Miliar APBD 2025 untuk Pasar Bojong

KEDUNGWARINGIN, BEKASI — Pasca-kebakaran besar yang melanda Pasar Bojong pada Mei 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) telah memulai pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi ratusan pedagang korban. Proyek ini diprioritaskan untuk mengembalikan roda perekonomian pedagang secepatnya.

Anggaran dan Pelaksana Proyek

Pembangunan TPS ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2025 dengan total nilai Rp. 1.313.520.000,00 (Satu Miliar Tiga Ratus Tiga Belas Juta Lima Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).

Proyek ini dilaksanakan oleh pemenang tender, yakni perusahaan Ovel Karya Estetik. Pembangunan fisik yang dimulai efektif pada sekitar bulan Oktober 2025 ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025 atau selambatnya awal Januari 2026, mengingat sifatnya yang darurat.

“Kami berharap kontraktor dapat bekerja secara profesional dan transparan agar kualitas TPS sesuai dengan kebutuhan pedagang,” ujar salah satu perwakilan LSM yang memantau proses tender.

Kapasitas dan Penataan Pedagang

Fasilitas sementara ini dirancang untuk menampung minimal 164 pedagang yang kios dan losnya hangus terbakar. Data DCKTR menunjukkan lapak yang terbakar terdiri dari 39 kios dan 125 los.

Pembangunan TPS ini berfokus pada struktur darurat seperti lapak cor hamparan dan awning (los-losan) yang sederhana. Selain pembangunan fisik, Pemkab Bekasi juga dituntut fokus pada penataan pedagang agar tempat sementara ini tidak kembali terlihat kumuh. Penataan ini krusial untuk memastikan pedagang korban kebakaran mendapatkan prioritas dan tertampung di lokasi yang rapi serta tidak mengganggu akses umum.

Revitalisasi Permanen Dijadwalkan 2027

Meski TPS menjadi solusi cepat, Pemkab Bekasi memastikan Pasar Bojong akan mengalami revitalisasi total dan permanen.

Revitalisasi total Pasar Bojong telah ditetapkan sebagai program prioritas daerah. Perencanaan mendalam (DED) dan penganggaran untuk proyek multi-tahun ini akan difokuskan pada tahun 2026. Sementara itu, pembangunan fisik revitalisasi permanen yang bertujuan menjadikan Pasar Bojong modern, rapi, dan tertata, direncanakan baru dapat dimulai pada tahun 2027.

(Engks).

WWnews .com

Setiap informasi berdasarkan data dari korespondens

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!