KARAWANG – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Aris, membantah tegas adanya praktik jual beli proyek di lingkungan dinasnya, menyusul maraknya dugaan publik dan pemberitaan mengenai permainan proyek.
Namun, bantahan tersebut memicu tanda tanya besar setelah Aris menunjukkan reaksi berbeda ketika disinggung mengenai kabar adanya setoran pemborong kepada oknum pejabat dinas sebagai imbalan mendapatkan pekerjaan.
Dalam sesi klarifikasi kepada sejumlah wartawan pada Kamis (30/10/2025), Aris secara lugas membantah dugaan jual beli proyek.
“Saya tegaskan, tidak ada jual beli proyek,” ujar Aris meyakinkan, sembari menambahkan bahwa praktik tersebut tidak ada sejak ia masuk dinas pada tahun 2024.
Aris juga menggunakan kesempatan ini untuk mengklarifikasi pernyataannya sebelumnya mengenai “memenuhi lingkaran,” yang dikaitkan dengan alokasi proyek untuk kelompok tertentu. Menurutnya, istilah “lingkaran” yang ia maksud merujuk pada konsep sistemik Pentahelix.
“Bicara lingkaran, maksud saya itu, ya soal sistemik Pentahelix,” jelasnya. Ia merinci bahwa Pentahelix adalah sinergi antara lima unsur: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat/Komunitas, dan Media Massa.
Ia menekankan bahwa kelima elemen ini harus bersatu padu dan melakukan perbaikan serta pengawasan bersama untuk menghasilkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Karawang.
Meskipun Aris sangat tegas membantah isu jual beli proyek, nada dan sikapnya berubah drastis ketika pertanyaan beralih ke dugaan setoran pemborong kepada oknum pejabat dinas.
Alih-alih memberikan bantahan, Aris justru menunjukkan reaksi yang canggung dan memilih menghindar dari pertanyaan sensitif tersebut.
“Kalau soal setoran-setoran saya tidak berani jawab,” katanya singkat, sambil melemparkan senyum.
Perbedaan reaksi antara bantahan keras mengenai “jual beli proyek” dan penolakan menjawab isu “setoran” ini sontak memancing spekulasi publik, mengingat “setoran” seringkali merupakan bentuk praktik informal dari jual beli proyek itu sendiri.
Menyikapi pertanyaan lanjutan apakah “lingkaran” yang ia maksud merujuk pada “orang-orang dekat” pejabat tinggi daerah, Aris kembali membantah. “Lingkaran yang saya maksud itu tidak ada hubungannya dengan siapa-siapa. Melainkan Lingkaran menyeluruh unsur Pentahelix,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, dinas PUPR Karawang belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan Aris menolak menjawab soal dugaan setoran dari pemborong.
(Ww).
